KUDUS – Sabtu, 9 Mei 2026 Dalam rangka memperkuat pembinaan bakat olahraga sejak dini, SD Muhammadiyah Prambanan memenuhi undangan istimewa dari Super Soccer Arena (SSA) Kudus untuk mengikuti latihan tanding dan kunjungan studi banding. Agenda ini menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk merasakan atmosfer kompetisi tingkat tinggi serta fasilitas olahraga bertaraf internasional.
Pihak SD Muhammadiyah Prambanan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak SSA Kudus atas undangan serta sambutan hangat yang diberikan. Kunjungan ini dinilai memberikan pembelajaran dan pengalaman yang luar biasa, tidak hanya bagi para siswa tetapi juga bagi jajaran pelatih dan sekolah.
Turunkan Skuad Putri Usia Dini
Dalam kunjungan ini, SD Muhammadiyah Prambanan tidak hanya membawa tim putra, tetapi juga memboyong skuad sepak bola putri U-11 yang terdiri dari siswi kelas 3 dan 4. Kehadiran tim putri ini merupakan langkah strategis sekolah untuk mengembangkan potensi atlet putri agar memiliki jam terbang dan mental bertanding yang kuat sejak usia dini.
Selama kegiatan berlangsung, tim SD Muhammadiyah Prambanan berpartisipasi dalam ajang trofeo dan latihan tanding melawan:
-
Akademi Sepak Bola di Kudus: Mengasah taktik dan kerja sama tim dalam format pertandingan kompetitif.
-
All Star SSA U-12 ke Bawah: Memberikan pengalaman bertanding melawan bibit-bibit unggul tuan rumah untuk menguji kemampuan teknis anak-anak.

Latihan Multitalenta: Memanah dan Lari Rintangan
Selain fokus pada si kulit bundar, para siswa juga mendapatkan pelatihan fisik khusus untuk meningkatkan koordinasi dan fokus. Mereka dibekali teknik memanah untuk melatih konsentrasi, serta latihan fisik berupa lari gawang atau melompati rintangan guna meningkatkan kelincahan serta kekuatan fisik motorik mereka.
Motivasi bagi Atlet dari Daerah
Pihak SSA Kudus memberikan apresiasi tinggi atas semangat para siswa yang datang dari wilayah Prambanan. Dalam sesi berbagi pengalaman, ditekankan bahwa setiap anak memiliki peluang yang sama untuk sukses menjadi atlet profesional, asalkan memiliki kedisiplinan dan kerja keras yang tinggi.
Pihak SSA juga memberikan motivasi bahwa banyak atlet besar yang lahir dari desa atau wilayah pinggiran. Dengan latihan yang disiplin, keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi luar biasa di masa depan.
Sinergi Dukungan Orang Tua
Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi mengenai pentingnya dukungan penuh dari orang tua dan kekompakan pihak sekolah dalam menjaga komitmen pembinaan. Melalui pengalaman berharga di SSA Kudus ini, diharapkan muncul bibit-bibit atlet nasional yang lahir dari bangku sekolah dasar dan mampu bersaing di kancah yang lebih luas.
